Bentrokan Berdarah Pecah Di Masjid Al-Aqsa, 300 Lebih Terluka


 Lebih dari 300 orang terluka dalam bentrokan terbaru antara warga Palestina dan polisi Israel di kompleks masjid Al-Aqsa, Senin (10/5/2021).

Warga Palestina melemparkan batu sementara polisi Israel memakai pakaian huru hara lengkap dan menembakkan peluru karet, granat kejut serta gas air mata.


Foto: AP/Mahmoud Illean

Mengutip AFP, ledakan keras dan teriakkan terdengar di situs suci ke-3 umat Muslim itu. Orang-orang Palestina terlihat membangun barikade darurat dan batu-batu memenuhi lantai komplek masjid.


"Kami tidak tahu apa yang harus dilakukan," kata warga Palestina, Fathi Awwad.


"Kami benar-benar sedih dengan situasi di dalam, apa ini? Lebih dari 200 orang terluka di dalam! Sungguh memalukan."


Kekerasan sudah terjadi sejak Jumat pekan lalu. Ini didorong upaya pemukim Yahudi mengusir beberapa keluarga Palestina di dekat lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.


Pengadilan Israel memenangkan para pemukim Yahudi atas wilayah itu. Namun warga Palestina mengajukan banding dengan menunjukkan bukti surat resmi pemberian tanah dari Yordania.


Sidang Mahakamah Agung atas banding Palestina seharusnya mengeluarkan putusan kemarin. Namun ini kemudian dibatalkan.


Kejadian ini membuat polisi Israel membatasi akses warga Palestina berusia di atas 40 tahun ke Al-Aqsa. Mereka juga memeriksa siapapun yang masuk alun-alun.


Mengutip Bulan Sabit Merah Palestina, setidaknya 305 orang terluka. Sebanyak 200 orang dilarikan ke rumah sakit dan lima orang kritis. Polisi Israel melaporkan sembilan orang terluka.

Sejumlah negara dunia mengecam Israel atas kejadian tersebut. Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan meminta Israel memastikan "ketenangan".


Negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik seperti Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko dan Sudah menegur Israel. Turki bahkan dengan frontal menyebut Israel melakukan politik apartheid dan harus menghentikan serangan keji dan kejam tersebut.


Paus Francis juga meminta semua pihak menahan diri. Sementara Presiden Palestina Mahmud Abbas mengecam dan menyebutnya "agresi biadab".


Namun Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu tetap tak bergeming. Ia memuji polisi Israel.


"Perjuangan adil," katanya seraya mengatakan polisi Israel dan pasukan keamanan sudah cukup sabar kepada massa.


Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan mengadakan pertemuan darurat Selasa (11/5/2021). Israel disebut meningkatkan agresi di Palestina dan menyerang jamaah dalam komplek masjid.


PBB juga mengadakan pertemuan atas permintaan Tunisia Senin malam.


Kekerasan meningkat di jelang pawai Israel yang memperingati pengambilalihan Yerusalem di perang enam hari tahun 1967. Ini disebut "Hari Yerusalem" di negeri Yahudi itu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel